Selasa, 22 November 2011

Pidato isra' mi'raj


Dewan juri yang saya hormati serta teman-teman yang saya banggakan.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Alhamdulillah wasyukurillah wasalatu wassalamu a'ala rasulillah wala haula wala  kuwata illah billah.ama ba’du.

Pertama-tama marilah kita  mengucapkan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT karena masih  dapat berkumpul di tempat di sini, dalam rangka memperingati hari besar  Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw karena dari beliaulah kita semua dapat mengetahui ajaran-ajaran Islam , sehingga kita dapat membedakan  yang haq dan bathil.
Kaum muslimin muslimat yang berbahagia.

Tidak terasa kita telah sampai pada bulan Rajab. Bulan dimana terjadi suatu peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam yaitu peristiwa Isro’ Mi’raj, atas kehendak Allah SWT.

Menurut bahasa Isro’ itu berarti perjalanan di malam hari. Akan tetapi secara syari’iyah isro’ adalah perjalanan malam hari yang dilakukan oleh Rasulullah saw dari Masjidil Haram (di Mekkah) menuju ke Baitul Maqdis (di palestina) yang penuh mengandung rahasia dan keajaiban. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Isro’ ayat 1 :
http://4.bp.blogspot.com/__wKSIY9nq2Q/TEhpXQ5wziI/AAAAAAAACTU/jhC6hgdJARQ/s400/al-isroayat1.jpg

(
subhaanalladzii asraa bi'abdihi laylan mina lmasjidi lharaami ilaa lmasjidi l-aqshaalladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa ssamii'u lbashiir)

Artinya : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”.

Sedangkan Mi’raj menurut arti bahasa yaitu jenjang naik. Akan tetapi yang dimaksud ialah naiknya Rasulullah saw dari Masjidil Aqso di Baitul Maqdis, dengan menempuh angkasa luar, sehingga akhirnya sampai ke suatu tempat yang paling tinggi bernama Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak mungkin di capai oleh manusia dengan kemajuan teknologi yang bagaimana pun canggihnya kecuali oleh Nabi Muhammad saw. Disitulah Rasulullah saw menerima langsung dari Allah SWT tentang solat lima waktu, yang harus dikerjakan olehnya dan seluruh umatnya.

Kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah.

Tujuan pokok dari di Isro’ Mi’raj  Nabi Muhammad saw ini adalah dalam rangka memberi kekuatan batin bagi Nabi Muhammad saw terhadap musibah serta siksaan yang datangnya dari para musuh-musuh Islam sejak sepeninggal Abu Thalib, Abdul Muthalib dan istri tersayangnya Siti Khodijah, dalam memperjuangkan cita-cita luhur, mengajak seluruh umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT di dalam naungan Islam.


Dalam rangka memperingati Is’ra Mi’raj ini, maka amat penting bagi kita untuk mengambil hikmahnya yaitu memperkuat keimanan serta ketaqwaan kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw. Disamping itu kita harus menjalankan perintah Allah yaitu solat lima waktu.

Kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah.

Demikian pidato dari saya dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab. Terimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekuarangan dan kekhilafan.
Akhirul kalam wabillahit taufiq walhidayat wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar